Tuesday, May 28, 2024

TENANGLAH, ADA ALLAH....

TENANGLAH, ADA ALLAH..
Jangan menghabiskan waktu dalam kecemasan, khawatir pada apa yg mungkin terjadi pada masa depannya. Padahal jika kita menyadari, orang yg beriman pada Allah semestinya tak akan merasa takut, cemas atau khawatir pada apa yg terjadi dlm hidupnya. Mengapa tak perlu khawatir? ingatlah hal ini : 1. Allah tak pernah membebani manusia di luar kesanggupannya. “Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.” (Al-Baqarah: 286) Allah mengetahui takaran masing² diri kita, ibarat anak SD takkan mungkin diberi soal ujian milik anak SMA. Demikian juga Allah tak akan memberi persoalan di luar kemampuan kita untuk mengatasinya. Jadi kenapa harus takut? 2. Mengapa khawatir? Tugas manusia hanyalah berserah diri pd Allah dan berbuat kebaikan pd sesama. Orang yg merasa takut dan cemas atas masa depannya, bisa jadi karena ia belum bisa memasrahkan diri dan berserah diri pd takdir Allah. “Barangsiapa yg menyerahkan diri kpd Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah:112) Cobalah pasrahkan hati dan biarkan Allah yg menuntun hidup kita. Iringi dgn melakukan banyak kebaikan, misalnya membaca Al Qur'an, bersedekah, dan lainnya. Rasakan perlahan-lahan kecemasan hilang dari dlm hati, dan ketenangan datang mengisi. 3. Sadari bahwa kekhawatiran hanya merusak kesehatan. Rasa khawatir atau kecemasan yg berlebihan bisa memicu gangguan kesehatan karena terganggunya sistem kekebalan tubuh. Bahagiamu, sehatmu. 4. Setiap urusan orang mukmin bernilai kebaikan. Mengapa harus khawatir? Jika kita beriman, segala yg menimpa kita akan selalu bernilai kebaikan! Jika diberi kesenangan kita bersyukur, sedangkan ketika diberi ujian kita bersabar. Cukup memilih 2 sikap ini saja, keduanya pahala utk bekal ke Surga. lalu apa yg perlu dikhawatirkan?

Friday, July 29, 2022

foto 1997 awal Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.... Saudaraku.... Hari ini, Sabtu pahing, 30 Juli 2022, brtepatan dg 1 Muharam 1444 H adl hari pertama di tahun hijriah. Sangat banyak kenangan yang Allah berikan untuk kita. Menangis, tertawa, tersenyum, suka, duka: semuanya bersatu dalam bingkai lukisan yg sangat indah dalam kehidupan. Tak terasa setahun sudah, hari demi hari telah meninggalkan kita. Tak terasa setahun sudah usia kita berkurang. Tak terasa waktu yang telah pergi tak akan mungkin kembali. Tak terasa betapa banyak amal yang tertinggal di belakang waktu yang terus berlari meninggalkan kita. Saudaraku... Dari relung hati yang paling dalam, aku memohon maaf yang setulusnya kalau selama ini ada yang tergores hati karena ucapan, sikap dan atau perilaku yang tak berkenan. Salah dan khilaf yang tak dapat dipisahkan sebagai manusia biasa, yang disengaja maupun tidak. Semuanya tak ada niatan dalam hati, yg terkadang terlepas ucapan bahkan tindakan tanpa sadar. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing, melindungi, dan mengampuni kita. Aamiin. Saudaraku... Hati itu seperti kaca, jangan sampai retak. Akal itu seperti air, jangan sampai kering. Iman itu seperti berlian, jangan sampai hilang. Persaudaraan itu seperti tali, jangan sampai putus. Aku berharap dan berdoa, semoga persaudaraan kita di tahun 1444 H ini akan lebih indah, lebih harmonis, lebih kuat, dan lebih baik lagi. Aamiin. Selamat tahun baru hijriyah, 1444 H
Foto keluarga kecil kami pada 10 Juli 2016

hadiah-hadiah boneka dari anakku yg I, Dita Ikasari binti Wahyudi buat cucu I kami, Fatih Arsenio Erlangga

Wednesday, May 15, 2019

anakku, Dita Ikasari binti Wahyudi: KAMI KANGEEENNN.....

Anakku .... Sudah lebih dari 4 bulan kamu belum pulang. Kapan kamu pulang, Anakku? Kami kangeeennn....